KONFERENSI PERS UNGKAP KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA



Jumat (11/8), BNNP Jawa Timur menggelar Konferensi Pers terkait Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika. Dalam rilis tersebut, Barang bukti berupa 2600 gram Shabu, Handphone, dan Sepatu yang berasal dari jaringan Aceh berhasil diamankan. 

Dari  3 orang tersangka IR, AM dan DBS yang tertangkap, satu orang tersangka, DBS terpaksa ditembak mati karena berusaha melakukan perlawanan dan merebut senjata api milik petugas.

Penangkapan IR, AM dan DBS merupakan pengembangan dan pengungkapan kasus dari  NRS yang lebih dahulu tertangkap di Bandara saat berusaha menyelundupkan Shabu  dari Malaysia yang disimpan dalam vagina dan anus tersangka. NRS tertangkap membawa sekitar 120 gr Shabu.

Dari kasus NRS tersebut, petugas BNNP Jatim mengembangkan penyelidikan dan akhirnya mengungkap jaringan Aceh.


 Saat dilakukan transaksi, petugas BNNP Jatim bergerak dan melakukan penangkapan di Hotel Oval. Barang bukti yang diamankan dari IR, AM dan DBS  disembunyikan di bawah sol sepatu yang dikenakan tersangka.


Selain itu dalam proses pengembangan kasus, saat dilakukan pemeriksaan di rumah tersangka ditemukan Shabu yang juga menjadi barang bukti dan petunjuk keberadaan save house lain yang digunakan tersangka sebagai tempat menyembunyikan Shabu (ara).

PELATIHAN PETUGAS REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT

       Rabu, (9/08) BNNP Jatim mengadakan pelatihan Petugas Rehabilitasi  yang berasal dari komponen masyarakat. Pelatihan tersebut dihadiri diikuti oleh 44 orang yang berasal dari perwakilan komponen masyarakat se Jawa Timur.

    Dalam pelatihan tersebut, disampaikan mengenai metode, prinsip dan teknis pelaksanaan Motivational Training (MI) dan Cognitive Behavioural Theraphy (CBT). MI dan CBT merupakan teknik yang harus dimiliki petugas lembaga rehab dan sudah teruji efektif dalam menangani masalah adiksi. 

    Harapan yang ingin dicapai dalam pelatihan tersebut adalah para peserta dapat meningkatkan kemampuan dan menerapkan ketrampilan CBT dalam pelaksanaan layanan rehabilitasi di masing masing tempat komponen masyarakan atau yayasan lembaga rehabilitasi.(ara)