Langsung ke konten utama

Berita online merdeka.com Kisah jenderal polisi berantas narkoba hingga ke kampung



Merdeka.com, Senin 10 maret 2014.

Kisah jenderal polisi berantas narkoba hingga ke kampung

Reporter : Arbi Sumandoyo | Senin, 10 Maret 2014 02:30
Merdeka.com - Pengguna narkoba kian hari semakin masif. Jika dulu penggunanya kebanyakan orang dewasa, kini merambah deras ke kalangan para pelajar. Data hasil penelitian yang diterima Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur menyebut 536 ribu pelajar merupakan pengguna terbanyak.

Lalu apa peran pemerintah dalam pemberantasan narkoba? Melalui Badan Narkotika Nasional, pemerintah memberi keleluasaan untuk mengungkap tabir gelap peredaran narkotika disetiap daerah. BNNmenyebut banyak mafia narkoba dari negara luar berbisnis haram di Indonesia.

Parahnya, seperti di Jawa Timur narkoba dikendalikan dari dalam lapas. Narkoba asal Thailand, Nigeria dan India kini beredar luas di pasaran. Namun hal itu tidak membuat Brigadir Jenderal Iwan A Ibrahim patah arang menghentikan peredaran narkotika meski ada beking.

"Saya tidak peduli. Dia mengedarkan ya kita tangkap. Kebanyakan peredaran di Jawa Timur dikendalikan dari dalam lapas," katanya saat berbincang denganmerdeka.com di Pondok Pesantren Sabilil Huda Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin.

Dia bersama jajarannya terus berupaya membongkar jaringan demi jaringan. Di Jawa Timur belum lama ini, dia menangkap seorang wanita asal India dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2 kilogram. Selain itu dia juga menyita kapal cepat Batam-Singapura milik seorang bandar asal Kepulauan Riau.

Kebanyakan kata dia, modusnya bandar besar mencuci uang hasil menjual narkoba ke bisnis lain. Hal ini sama seperti dilakukan oleh mafia narkoba tingkat internasional.

"Kita bisa jerat dengan pencucian uang. Kemarin kita sita kapalnya di Batam," ujarnya.

Sekarang mantan Wakil Kepala Kepolisian Resort Tangerang itu menjamah hingga kampung-kampung memberantas narkoba. Saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sabilil Huda Bojonegoro, Iwan berpesan tentang bahaya narkoba bagi generasi muda.

Dalam sambutannya dia mengatakan, Indonesia kini disebut sebagai produsen narkotika. Untuk itu dia meminta peranan masyarakat agar sama-sama memberantas serta memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba.

"Kalau setiap satu orang memberitahu tentang bahaya narkoba, maka tidak mungkin narkoba bisa diberantas dari Indonesia," katanya saat sambutan di depan para kiai dan tokoh pemuka agama Bojonegoro berikut para santri.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pamit Kenal Kepala BNN Provinsi Jawa Timur

Pamit Kenal Kepala BNN Provinsi Jawa TimurPejabat Lama : Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, M.M. dan Pejabat Baru : Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M. Surabaya, 14/02/2017, di Hotel Singgasana, tamu undangan yang hadir : sebagian besar mitra kerja yang sering berinteraksi dengan BNN Provinsi Jawa Timur, Kepala BNN Kab/ Kota Se-Jatim, dll. acara berjalan dengan lancar dan sukses.

Pejabat Lama : Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, M.M. Pejabat Baru : Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M.





Foto Bersama Pamit Kenal

Terima kasih atas Ucapannya.

Dokter Narkoba Divonis 3 Tahun

Brigjen Pol Amrin Remico Siap Tekan Peredaran Narkotika di Jatim