Lanjutkan Pemberantasan Narkoba


Jumat (26/6), dunia memperingati Hari Anti Narkoba Internasional, mengikuti hasil sidang Majelis Umum PBB pada 1987. Semangat penetapan hari peringatan ini mengingatkan bangsa-bangsa di dunia akan bahaya penyalahgunaan obat bius dan peredaran ilegalnya. Kita gaungkan kembali peringatan ini untuk menguatkan kembali tekad dan semangat kita untuk memberantas obat terlarang ini. Kita hargai upaya yang telah dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional, tidak saja untuk langkah langsung menangani masalah penggunaan dan peredaran narkoba, tetapi juga untuk mengingatkan kalangan masyarakat mengenai bahaya narkoba. Kita juga mendukung ketegasan pemerintah menerapkan hukuman mati pada pelaku kejahatan narkoba, meski harus menerima kecaman internasional, dan menanggung konsekuensi ekonomi, seperti surutnya jumlah turis.


Presiden Nyatakan Perang terhadap Penjahat Narkoba


AKARTA, KOMPAS — Penyalahgunaan narkoba, menurut Presiden Joko Widodo, terbukti merusak masa depan bangsa. Daya rusaknya luar biasa karena menghancurkan karakter dan fisik manusia serta kesehatan masyarakat. Selain itu, dalam jangka panjang juga mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Dalam kondisi Indonesia yang darurat narkoba, Presiden menyatakan perang terhadap penjahat narkoba.

Pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6), Presiden memaparkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang terus meningkat. Bahkan, diprediksi pada 2015 prevalensi pengguna narkoba mencapai 4,1 juta orang (2,2 persen dari jumlah penduduk).

Kerugian material diperkirakan Rp 63 triliun, yang antara lain mencangkup kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan, barang-barang yang dicuri untuk membeli narkoba, dan biaya rehabilitasi. Sementara angka kematian akibat narkoba mencapai 12.044 jiwa per tahun.

"Saya berpendirian, dengan daya rusak seperti itu, tidak ada pilihan lain, kita menyatakan perang terhadap narkoba," kata Jokowi disambut aplaus hadirin.

Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar mengungkapkan, modus peredaran narkoba juga meluas dengan menggunakan teknologi informasi. Sementara zat psikoaktif baru terus berkembang hingga ada 320 zat, dan belum semua terjangkau hukum yang berlaku di setiap negara. "Dalam konteks nasional, permasalahan narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat," katanya.

Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung mengatakan, ketegasan pemerintah terbukti dalam eksekusi mati terhadap 14 terpidana kasus narkoba dalam dua gelombang pada 2015. Sesuai data Kejaksaan Agung, tercatat 50 orang dengan kasus narkoba divonis mati, baik di pengadilan tingkat pertama maupun tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung. (WHY/NUT/IAN)

BNN Sita 20,88 Kg Shabu


Alun2 Sidoarjo Tempat Cangkruk Pecandu Narkoba


Kos Wonorejo dan Tempel di Razia


Kos Purel di Obok-obok BNNP


Narkoba 33 Orang Mati Tiap Hari


Target Rehabilitasi 100 Ribu Pecandu


Lagi 7 Orang Positif Narkoba diamankan saat Razia Tempat Kos


BNNP Jatim Makin Gencar Razia Narkoba


BNNP Jatim Katakan Tidak pada Narkoba


Anev Kepala BNN Kab Kota Se – Jawa Timur tentang Rehabilitasi


Presmian Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan & Penandatangan Nota Kesepahaman


Launching Kurikulum Anti Narkoba 2015 & HANI 2015 Suroboyo Resik Narkoba


Overkapasitas Bangun Lapas Khusus


Hari Antinarkoba Surabaya Pilot Project Kurikulum Nasional


YUK ……. Selamatkan JAWA TIMUR dari Bahaya Narkoba


Jelang Puasa Kos Mewah dirazia lagi