Pemerintah Provinsi Jawa Timur Setujui Raperda Narkoba

Radar Surabaya - (30/09/2016) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menstujui rangcangan peraturan daerah (Raperda) tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kendati demikian, Gubernur Jatim Soekarwo memberikan catatan sebelum raperda ditetapkan.

Catatan yang diberikan oleh gubernur yang karap disapa Pakde Karwo ini berkaitan dengan peraturan menteri dalam negeri (permendagri) nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Dalam hal ini memberikan peluang bahwa pemerintah daerah masih mempunyai kewewenangan untuk ikut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Gubernur hanya mempunyai kewenangan melakukan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di provinsi dan kabupaten / kota. Gubernur hanya dapat menyusun peraturan daerah tentang narkotika yang memuat antisipasi diri, pencegahan, penanganan, rehabilitasi, pendanaan dan partisipasi masyarakat," kata Pakde Karwo.

Dia mengusulkan agar judul dan materi raperda disesuaikan dengan pasal 4 ayat (1) peraturan mendagri nomor 21 tahun 2013 tentang penyalahgunaan narkotika. Sebab, di dalamnya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bukan kewenangan pemerintah daerah. "Judul yang digunakan saat ini menjadi kurang tepat." ungkapnya.

Tidak hanya itu. Pakde Karwo juga memberikan catatan untuk dibentuk kelembagaan tim koordinasi terpadu. Fungsinya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dimana akan masuk perangkat daerah non-struktural.

"Hal ini memerlukan pemikiran lebih lanjut. Mengingat anggotanya merupakan perwakilan dari berbagai instansi sehingga tugasnya tidak tumpang tindih dengan BNNP Jatim (Badan Narkotika Nassional Provinsi Jatim."

 

Pentingnya Sinergitas dari Pemerintah dan Dinas Terkait, Rutin Mengadakan Penyuluhan Narkoba



 
Foto Sosialisasi P4GN di acara Konser Dengarkan Kami

Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur, Brigjen Pol. Drs. Amrin Remico MM, kian gencarkan sosialisasi guna Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotik (P4GN) di Jawa Timur. Pernyataan itu terucap saat ia menghadiri acara Konser Dengarkan Kami yang diselenggarakan BNN Kabupaten Malang di Lapangan Madivif 2 Kostrad, Singosari, Sabtu (24 September 2016).

Brigjen Pol. Drs. Amrin Remico MM, mengatakan kegiatan seperti ini, salah satu langkah preventif bagi pelajar dan masyarakat dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. kata Amrin ''Iya, saya sangat mendukung sekali acara seperti ini. Pertama dapat membentuk karakter bangsa yang memiliki pondasi diri sangat kuat, dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Jatim, khususnya di Kabupaten Malang,''.

Terkait berapa banyak warga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba di Jatim, ia tidak menyebutnya. Namun dia terus melakukan program-progam dalam menekan dan memberantas narkoba. ''Memberantas narkoba bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti di sekolah pelajar diberikan kegiatan seni, ketrampilan lainnya. Sehingga tidak ada waktu kosong yang dilakukan pelajar dalam hal negatif,'' terangnya.

Terpenting adanya sinergitas dari pemerintah dan dinas terkait, rutin mengadakan penyuluhan narkoba. ''Pengajar di sekolah memberikan pengajaran muatan-muatan materi narkoba. Serta guru Bimbingan Konseling juga aktif mengawasi siswa yang mencurigakan,'' paparnya.

Begitu juga di lingkungan kampus dan instansi pemerintah untuk melakukan tes urine. Bila kedapatan positif terjangkit narkoba, maka ada tindakan dan sanksi tegas yang diberikan kepadanya.  Disamping itu, BNN juga terjun langsung ke masyarakat di desa-desa melakukan sosialisasi P4GN

Sidak Mendadak Test Urine seluruh personil BNN Provinsi Jawa Timur


BNNP Jatim melaksanakan Apel Pagi dan Arahan Kepala BNN Provinsi Jawa Timur di ruang rapat utama BNNP Jatim, pada tanggal 26 Februari 2016, selesai terlaksananya Apel dan arahan tersebut dilakukan test urine secara mendadak terhadap ± 75 orang anggota BNNP Jatim yang mengikuti Apel Pagi dan Arahan tidak ada satupun tanpa terkecuali.

Arahan Kepala BNN Provinsi Jawa Timur
  
Pelaksanaan test urine ini dilakukkan merupakan salah satu komitmen BNNP Jatim dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba biasa disingkat P4GN, alhamdulillah dari seluruh anggota yang telah di test urine di Internal BNNP Jatim  tersebut hasilnya negative keseluruhan. Untuk mewujudkan visi dan misi BNNP Jatim.

VISI : “ Mewujudkan Masyarakat Jawa Timur yang sehat, bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dalam rangka mendukung terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan kompetitif di segala bidang ”.
MISI : “ Menyatukan dan menggerakkan segenap potensi masyarakat Jawa Timur dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ”.

         Ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Timur didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Bidang Pemberantasan, Kepala Bidang Rehabilitasi, dan Kepala Bagian Umum ikut serta mensukseskan bersih-bersih Narkotika dari dalam bentuk test urine untuk mewujudkan sumber daya manusia BNNP Jatim yang berkualitas dan kompetitif.

      Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, MM menunjukkan Hasil uji test urine

foto diatas Tim  medis  dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Tmur melakukan uji test urine.

Pengguna Narkoba dan Pengidap HIV Aids di Sidoarjo sangat memprihatinkan Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke BNN Provinsi Jatim


   Foto Kepala BNNP Jatim di dampingi Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Kab. Sidoarjo

        Kunjungan Komisi D DPRD Kab. Sidoarjo di BNN Provinsi Jawa Timur di terima oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Bapak . Brigjen Pol Drs. dalam pertemuan tersebut menyampaiak Pengguna narkoba dan pengidap HIV AIDS di Kabupaten Sidoarjo sungguh memperihatinkan, Ungkap Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo mempunyai Rencana membuat PERDA tentang pencegahan HIV AIDS mengingat sudah banyak korban yg terdeksi sekitar 1.441 orang, namun yang belum deteteksi nampak seperti gunung es, pernyataan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo permasalahan korban HIV AIDS serta pecandu narkoba, keinginan kami untuk menangulanginya tentang penerbitan perda ini kami menginginkan petugas BNN Provinsi Jawa Timur /BNN Kabupaten Sidoarjo ikut melakukan sosialisasi terutama di daerah rumah yang disewakan /kos-kosan.
 
Kepala BNN Provinsi Jawa Timur menyampaikan pendapat Agar membuat PERDA tentang rumah yang disewakan /kos-kosan di Kabupaten Sidoarjo, imbuh Kasi pencegahan menginformasikan Perda tentang P4GN di Kabupaten Sidoarjo sudah bersesuaian dengan Perda Gubernur Jatim. Klausul tentang rumah yang disewakan /kos-kosan dll. Sudah ada dalam Raperda tersebut.

Pernyataan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo ungkap kasus Perkara Narkoba 290 kasus pada tahun 2011 terkait semakin meningkatnya kasus P4GN di Kabupaten Sidoarjo kami merasa miris, dan upaya yang sudah kami lakukan  pencegahan bersifat Primer, Sekunder, Tersier, dan disamping itu didukung adanya gerakan Bang WAWAN yang ikut serta membantu untuk meminimalisir angka P4GN dan HIV AIDS di Kabupaten Sidoarjo, untuk menunjang kegiatan ini akan disertai dengan menganggarkan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
 
Kepala BNN Provinsi Jawa Timur berharap Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo menggandeng Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo untuk diikutsertakan dalam pembahasan pertemuan yang seperti ini agar bisa menanggapi aspirasi wakil rakyat Kabupaten Sidoarjo, terkait penindakan P4GN di Kabupaten Sidoarjo, BNN Kabupaten Sidoarjo sudah bekerjasama dengan instansi terkait. Kabupaten Sidoarjo jadi penyangga dan lintasan warga dari dan menuju Surabaya. Perda inisiatif. Arahan/masukan terkait sosialisasi anti narkoba di lingkungan pendidikan. Karena kami lihat masih banyak penyalahgunaan narkoba pada anak didik di Kabupaten Sidoarjo. Menjadi keprihatinan kami. Sinkronisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan BNN Kabupaten Sidoarjo apakah sudah ada sinergitas.

Antisipasi terhadap penyalahgunaan narkoba khususnya anak-anak, ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Timur di daerah, di setiap sektor apa sudah dianggarkan (pendidikan, dan sektor lain). Apakah tidak sebaiknya anggaran tidak diterimakan pada satu titik. Karena kegiatan lintas sektoral lemah. 

 
Jawab Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Kita harus memahami dulu apa narkotika. di Lab sekolah biasanya ada, dengan pengawasan ketat. Kita harus paham dulu apa, seperti apa bentuknya, bahayanya. Paling rawan terhadap penyalahgunaan narkoba adalah pelajar. Kami juga berencana menerapkan kurikulum tentang Narkoba.

Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Amrin Remico, MM
Memberikan Cinderamata kepada Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo

 Bersama Kita Bisa #STOPnarkoba