Jumat, 23 September 2016

Pengguna Narkoba dan Pengidap HIV Aids di Sidoarjo sangat memprihatinkan Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke BNN Provinsi Jatim


   Foto Kepala BNNP Jatim di dampingi Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Kab. Sidoarjo

        Kunjungan Komisi D DPRD Kab. Sidoarjo di BNN Provinsi Jawa Timur di terima oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Bapak . Brigjen Pol Drs. dalam pertemuan tersebut menyampaiak Pengguna narkoba dan pengidap HIV AIDS di Kabupaten Sidoarjo sungguh memperihatinkan, Ungkap Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo mempunyai Rencana membuat PERDA tentang pencegahan HIV AIDS mengingat sudah banyak korban yg terdeksi sekitar 1.441 orang, namun yang belum deteteksi nampak seperti gunung es, pernyataan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo permasalahan korban HIV AIDS serta pecandu narkoba, keinginan kami untuk menangulanginya tentang penerbitan perda ini kami menginginkan petugas BNN Provinsi Jawa Timur /BNN Kabupaten Sidoarjo ikut melakukan sosialisasi terutama di daerah rumah yang disewakan /kos-kosan.
 
Kepala BNN Provinsi Jawa Timur menyampaikan pendapat Agar membuat PERDA tentang rumah yang disewakan /kos-kosan di Kabupaten Sidoarjo, imbuh Kasi pencegahan menginformasikan Perda tentang P4GN di Kabupaten Sidoarjo sudah bersesuaian dengan Perda Gubernur Jatim. Klausul tentang rumah yang disewakan /kos-kosan dll. Sudah ada dalam Raperda tersebut.

Pernyataan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo ungkap kasus Perkara Narkoba 290 kasus pada tahun 2011 terkait semakin meningkatnya kasus P4GN di Kabupaten Sidoarjo kami merasa miris, dan upaya yang sudah kami lakukan  pencegahan bersifat Primer, Sekunder, Tersier, dan disamping itu didukung adanya gerakan Bang WAWAN yang ikut serta membantu untuk meminimalisir angka P4GN dan HIV AIDS di Kabupaten Sidoarjo, untuk menunjang kegiatan ini akan disertai dengan menganggarkan dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
 
Kepala BNN Provinsi Jawa Timur berharap Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo menggandeng Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo untuk diikutsertakan dalam pembahasan pertemuan yang seperti ini agar bisa menanggapi aspirasi wakil rakyat Kabupaten Sidoarjo, terkait penindakan P4GN di Kabupaten Sidoarjo, BNN Kabupaten Sidoarjo sudah bekerjasama dengan instansi terkait. Kabupaten Sidoarjo jadi penyangga dan lintasan warga dari dan menuju Surabaya. Perda inisiatif. Arahan/masukan terkait sosialisasi anti narkoba di lingkungan pendidikan. Karena kami lihat masih banyak penyalahgunaan narkoba pada anak didik di Kabupaten Sidoarjo. Menjadi keprihatinan kami. Sinkronisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan BNN Kabupaten Sidoarjo apakah sudah ada sinergitas.

Antisipasi terhadap penyalahgunaan narkoba khususnya anak-anak, ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Timur di daerah, di setiap sektor apa sudah dianggarkan (pendidikan, dan sektor lain). Apakah tidak sebaiknya anggaran tidak diterimakan pada satu titik. Karena kegiatan lintas sektoral lemah. 

 
Jawab Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Kita harus memahami dulu apa narkotika. di Lab sekolah biasanya ada, dengan pengawasan ketat. Kita harus paham dulu apa, seperti apa bentuknya, bahayanya. Paling rawan terhadap penyalahgunaan narkoba adalah pelajar. Kami juga berencana menerapkan kurikulum tentang Narkoba.

Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Amrin Remico, MM
Memberikan Cinderamata kepada Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo

 Bersama Kita Bisa #STOPnarkoba







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar