Kamis, 06 Oktober 2016

Bu Walikota Surabaya terlihat gemas 4 ABG kurir narkoba menangis saat dilakukan asesmen medis di klinik Utama BNNP Jatim


Foto Walikota Surabaya Bu Risma bersama Kepala BNNP Jatim Drs. Amrin.


         Pada tanggal 06 Oktober 2016, di Klinik Utama BNN Provinsi Jawa Timur Wali Kota Surabaya Bu Tri Rismaharini. Menemui empat remaja cewek merupakan korban oleh sang pengedar narkoba. Risma terlihat gemas dengan Nada bicaranya meninggi. Sesekali dia menatap gadis belia tersebut. "Kalian itu kenapa sih kok bisa kenal sama bandar narkoba" ucapnya.
         Risma meminta keempatnya meminta maaf kepada orang tua masing-masing secara langsung. Kebetulan, dalam proses assesmen, ibu empat ABG tersebut dihadirkan. Air mata pun tumpah dari para korban serta orang tua mereka. keempat ABG tersebut berkata menyesal telah tidak pulang ke rumah. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. "Saya janji, Bu," ujarnya sambil menahan tangis.
         Salah seorang korban yang diduga jadi penarik bagi tiga teman lainnya. Diawali dari kedekatannya dengan teman-temannya, pelaku yang masih buron, Risma menyatakan, empat gadis belia itu hanya korban. Mereka dimanfaatkan para pengedar yang saat ini menggunakan anak di bawah umur sebagai pelicin bisnis haram tersebut. Karena itu, dia berharap adanya kepedulian dari para orang tua.
  
 Foto Bu Risma saat para ABG selesai dilakukan Asesmen 

         Bagi orang tua ada tips yang merupakan salah satu solusinya, agar rutin menyapa anak saat pagi. Risma juga menyarankan agar orang tua mau mendengarkan curhatan anak-anaknya. "Orang tua itu benteng terakhir mereka. Nanti habis ini saya akan perkuat lagi para orang tua yang punya anak-anak kecil seperti mereka biar tidak kejadian lagi," terangnya. 
         
 Foto Walikota Surabaya Bu Risma bersama Kepala BNNP Jatim Drs. Amrin
saat di Wawancarai para Wartawan

         Sementara itu, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Amrin Remico menjelaskan bahwa empat korban tersebut sudah masuk tahap ketergantungan narkoba. Indikasinya, mereka sudah direncanakan dibentuk menjadi kurir atau brankas oleh para pengedar narkoba. Apalagi, ungkap Amrin, salah seorang korban terbukti direhabilitasi sebelumnya. Yakni, SFA. Karena itu, Amrin ingin para korban itu didata dengan lengkap dan teliti sebelum dikirim ke rumah rehabilitasi masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar