Langsung ke konten utama

Peningkatan Kemampuan dalam bidang Konseling bagi Petugas Rehabilitasi Instansi Pemerintah

Foto Menyanyikan lagu Indonesia Raya




Permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang sudah menjadi permasalahan mendunia bukan hanya sekedar menjadi masalah nasional dan beberapa negara saja. Di indonesia, jumlah penyalahgunaan narkotika berdasarkan hasil Penelitian BNN bekerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia tahun 2014 tentang Survey Nasional perkembangan penyalahgunaan narkoba di indonesia, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia telah mencapai 2,18 % atau sekitar 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah pakai narkoba dalam setahun terakhir (Current Users)  pada kelompok usia 10 – 59 tahun (Jurnal Data P4GN tahun 2014 edisi tahun 2015). Jawa timur sendiri berdasarkan penelitian Puslitkes UI dengan BNN pada tahun 2015 berada pada peringkat ke-10 dari segi prevalensi penyalahguna narkoba  yakni sebesar 2.02%.

Tingginya angka/ jumlah penyalah guna harus ditangani secara serius dengan pendekatan yang komprehensif, sehingga penurunan angka penyalahguna dapat terjadi secara signifikan. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya memerlukan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan swasta.

Foto Pembukaan Kegiatan acara oleh Kepala BNNP Jatim


Selain itu pandangan masyarakat bahwa perilaku ketergantungan narkoba sebagai permasalahan moral masih merupakan paradigma umum. Pemenjaraan terhadap pengguna Narkotika merupakan hal yang wajar, dan stigma diskriminasi pecandu perlu “dihindari” dan “disingkirkan” semakin kuat. Kondisi ini sudah tentu menghambat penyalah guna narkoba untuk mencari pengobatan, bahkan kelompok ini cenderung menutup diri dan bersembunyi.


Situasi paradigma yang kurang tepat tersebut tentunya berimbas pada Implementasi Undang-Undang no.35 tahun 2009 pasal 54 bahwa pecandu dan atau korban penyalah guna Narkotika wajib direhabilitasi baik Rehabilitasi Medis maupun Sosial. Keterbatasan jumlah SDM yang berkompeten dalam memberikan layanan konseling adiksi narkotika menyebabkan kebutuhan masyarakat untuk memperoleh terapi rehabilitasi narkotika yang sesuai dengan kebutuhan mereka kurang dapat terpenuhi. Keterbatasan SDM tersebut tentunya menjadi faktor krusial yang menghambat pelaksanaan rehabilitasi di seluruh daerah.

Menjawab hal tersebut BNN Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Deputi Bidang Rehabilitasi bnn mengadakan kegiatan peningkatan kemampuan dalam bidang konseling Adiksi Kurikulum 1 dan 2 bagi petugas rehabilitasi instansi pemerintah sebagai upaya penguatan lembaga rehabilitasi dari segi peningkatan kemampuan sdm. Pada kegiatan ini peserta akan memperoleh pengetahuan mengenai fisiologi dan farmakologi adiksi dan terapi gangguan penggunaan zat – perawatan berkelanjutan untuk para profesional bidang adiksi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Santika Surabaya, 17-21 Oktober 2016. Selanjutnya diharapkan kegiatan ini akan memberikan manfaat meningkatkan kemampuan konselor adiksi dalam memberikan konseling kepada penyalahguna narkotika sebagai upaya penanggulangan masalah narkotika dan meningkatkan efektifitas upaya pemulihan pecandu di masyarakat.


 
Foto Peserta Peningkatan Kemampuan dalam bidang Konseling bagi Petugas Rehabilitasi 
Instansi Pemerintah, yang dihadiri 38 peserta


 Foto Bersama Peserta Peningkatan Kemampuan dalam bidang Konseling 
bagi Petugas Rehabilitasi Instansi Pemerintah

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pamit Kenal Kepala BNN Provinsi Jawa Timur

Pamit Kenal Kepala BNN Provinsi Jawa TimurPejabat Lama : Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, M.M. dan Pejabat Baru : Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M. Surabaya, 14/02/2017, di Hotel Singgasana, tamu undangan yang hadir : sebagian besar mitra kerja yang sering berinteraksi dengan BNN Provinsi Jawa Timur, Kepala BNN Kab/ Kota Se-Jatim, dll. acara berjalan dengan lancar dan sukses.

Pejabat Lama : Brigjen Pol Drs. Amrin Remico, M.M. Pejabat Baru : Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman, S.H., M.M.





Foto Bersama Pamit Kenal

Terima kasih atas Ucapannya.

Dokter Narkoba Divonis 3 Tahun

Brigjen Pol Amrin Remico Siap Tekan Peredaran Narkotika di Jatim