Waspadai & Laporkan apabila ada Oknum Masyarakat


MENGUAK KANDUNGAN TEMBAKAU GORILA

B/BRP-01/I/2017/HUMAS
Jakarta, 2 Januari 2017
====================

Setelah sempat menghebohkan masyarakat kehadiran tembakau gorila sebagai zat narkotika jenis baru kini hal tersebut mencuat kembali. Kali ini tembakau gorila dikaitkan dengan adanya broadcast yang beredar di masyarakat tentang sebuah kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

Tembakau dengan nama umum yang tampak keren gorila masuk dalam klasifikasi new psychoactive substances dengan nama AB-CHMINACA ini sebelumnya telah direlase BNN pada tanggal 25 Mei 2016. Dalam release tersebut dijelaskan bahwa zat AB-CHMINACA merupakan salah satu jenis  synthetic cannabinoid (SC). Meskipun demikian hingga saat ini zat tersebut belum masuk daftar lampiran UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), namun sejauh ini telah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kemenkes untuk masuk dalam Narkotika gol. I.

Berdasarkan World Drugs Report tahun 2014, UNODC mencatat bahwa peningkatan tren Synthetic Cannabinoid (SC) adalah 50% dari zat-zat baru yang terdeteksi. Dari jumlah tersebut beberapa jenis SC yang telah berhasil terdeteksi oleh BNN adalah JWH-018, XLR-11, 5-fluoro AKB 48, MAM 2201, FUB-144, AB-CHMINACA, AB-FUBINACA, dan CB-13.

Kebanyakan dari SC yang beredar dikonsumsi dengan cara dirokok, kemudian SC akan diabsorbsi oleh paru-paru dan kemudian disebarkan ke organ lain terutama otak. Oleh karena itu salah satu efeknya yakni seseorang akan terlihat "ndomblong" tetapi di dalam dirinya terbayang jadi "sesuatu" misal superman dan lain sebagainya. Pada intinya pengonsumsi akan mengikuti apa "yang dirasakan".
Sedangkan efek samping penggunaan SC yaitu dimulai dari gangguan psikiatri seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide-ide bunuh diri, gejala-gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan.

Di samping itu ditemukan pula beberapa kasus seperti stroke iskemik akibat SC, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut bahkan infark miokardium.#stopnarkoba
Humas BNN

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sidoarjo

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sidoarjo, (20/01/2017) di ruang rapat BNNP Jawa Timur



Foto : Laporan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 
Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sidoarjo Siap Dimulai



Foto : Menyanyikan Lagu Indonesia Raya


Foto : Pembacaan Keputusan dan Pengambilan Sumpah



Foto : Tanda Tangan Berita Acara 
Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Kasubbag Umum BNN Kabupaten Sidoarjo




Foto : Sambutan Kepala BNNP Jatim & Pemberian Surat Keputusan




Jaringan Lapas dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum hasil ungkap BNNP Jawa Timur

   Lukman, terdakwa badar Narkoba yang mengendalikan peredaran narkotika dari Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Porong Sidoarjo, (16/1/2017), dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Rachman dari Kejati Jatim.

   Dalam sidang yang digelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya tersebut, JPU Nur Rachman mengatakan terdakwa yang berstatus terpidana, masih melakukan perbuatan melawan hukum yang dapat menghancurkan generasi muda. “Perbuatan terdakwa ini tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan peredaran Narkoba dan menuntutnya dengan hukuman 20 tahun penjara,” tegas JPU Nur Rachman dalam membacakan nota tuntutan.



   Selain menuntut kurungan badan, JPU. Nur Rachman juga menjatuhkan hukuman denda sebwsar Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara. “Bila terdakwa tidak dapat membayar denda, wajib menjalankan hukuman 1 tahun penjara,” tambahnya.
JPU Nur Rachman melanjutkan, terdakwa tidak ada itikad memperbaiki kelakuannya selama dalam masa hukuman sebagai terpidana. “Terdakwa selalu memberikan keterangan berbelit-belit selama dalam sidang,” pungkasnya.
Atas tuntutan tersebut, terdakwa berenca mengajukan nota pembelaan (Pledoi), yang akan dibacakan pada sidang berikutnya. “Saya akan ajukan pembelaan yang mulia,” ujar Lukmam didampingi kuasa hukumnya Didi Sungkono.

   Diketahui dalam dakwaan, pada 22 Januari 2016 terdakwa yang mendekam dalam Lapas Porong bisa dengan bebas menggunakan ponsel dan menghubungi Ardian Firmansyah dan Alkomi (Berkas terpisah) untuk mengambil paket Narkoba di Halte Bus Jl Raya Juanda. Atas perintahnya, kedua kaki tangannya tersebut menerima paket narkoba dari seorang lelaki dan membawanya ke rumah. Terdakwa lalu meminta kedua anak buahnya untuk menyimpan dan menunggu perintah selanjutnya. Namun hal itu terendus petugas BNNP Jatim yang langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan.

   Dari pengakuan keduanya, petugas BNNP Jatim melakukan penggeledahan di kamar blok bandar narkoba Lapas Porong ini mendekam. Hasilnya ditemukan sebuah ponsel yang dijadikan sebagai alat komunikasi dalam mengendalikan Narkoba. Hasil intrograsi petugas, terdakwa mengaku mendapat suplai Narkoba dari Hendri (DPO), dimana disepakati dirinya akan mendapat upah Rp 20 juta, bila menghabiskan 1 kg shabu.

   Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

HUT ke-60 LVRI yang digelar di Islamic Centre Surabaya, LVRI Rencanakan Bangunan Veteran Park

    Legian Veteran Republik Indonesia (LVRI) berencana membangun Surabaya Veterans Memorial Park di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya. "Kami sudah membuat maketnya.  Namanya adalah Surabaya Veteran Memorial Park atau monument veteran. Kami tawaran ke Pemkot Surabaya  untuk membangunnya," kata Ketua LVRI Surabaya Hartoyik usai  acara HUT ke-60 LVRI yang digelar di Islamic Centre Surabaya, (18/01/2017).

     


    Menurut dia, ide pembangunan monumen itu sebagai pengingat pada masyarakat tentang veteran. Sebab, jika veteran sudah wafat, maka masyarakat bisa mengenang perjuangan veteran di Surabaya Veteran Memorial Park. "Kalau kami  sudah tidak ada, anak cucu kita bisa mengenang perjuangan para pejuang," katanya.
      
    Untuk merealisasikan rencana tersebut, lanjut dia, diakui dibutuhkan lahan sekitar 2 hektare. Di dalam monumen nanti  akan dilengkapi dengan gedung, ruko,  tempat wisata, olah raga, museum serta berbagai senjata yang dipakai veteran. Bahkan tak ketinggalan senjata berat seperti tank hingga pesawat tempur.

Ketua DPD LVRI Jatim Warsito (kiri) dan 
Ketua DPC LVRI Surabaya Hartoyik melihat maket 
bangunan Surabaya Veterans Memorial Park 
di acara HUT ke 60 LVRI yang digelar di Islamic Center Surabaya


Konsep bangunan Surabaya Veterans Memorial Park

      
    Hartoyik menyatakan maket itu akan ditunjukan  ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam  waktu dekat ini.  Harapannya Pemkot Surabaya yang nanti membangun. Namun pihaknya tidak menampik jika Pemkot Surabaya menggandeng pihak swasta untuk merealisasikan proyek yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 60.000.000.000,-
      
    Soal siapa pengelolanya nanti, menurut Hartoyik  bisa siapa saja. "Bisa Pemkot Surabaya, atau lembaga lainnya, termasuk veteran. Kepala DPD LVRI Jatim Warsito mendukung rencana tersebut. Baginya pembangunan monument veteran itu sangat penting untuk menambah  monumen  di Surabaya yang selama ini dikenal sebagai kota Pahlawan. "Kami sangat mendukung rencana tersebut. Paling tidak keberadaan monumen ini bisa mengingatkan masyarakat akan perjuangan para veteran ketika mempertahankan  kemerdekaan Indonesia,"







Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Timur
Mewakili Undangan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia
dalam rangka HUT ke-60 LVRI yang digelar di Islamic Centre Surabaya 



Melukis wajah kurang dari 2 menit 
mendatangkan seorang Pelukis terkenal dari Jawa Barat