Kuliah Umum Kepala BNN di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)


Senin, (25/09) Universitas Negeri Trunojoyo mengadakan kuliah umum yang menghadirkan Kepala BNN RI, Komjenpol Budi Waseso sebagai pemateri utama. Dihadiri oleh sekitar 1200 mahasiswa dan beberapa komponen masyarakat di Pulau Madura acara tersebut digelar.

Komjenpol Budi Waseso, dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa Indonesia, harus belajar beberapa hal dari sejarah diantaranya merupakan sejarah Tingkok dan Inggris, yang proses pelemahannya dilakukan melalui candu/narkoba. Sehingga bangsa Indonesia, terutama generasi mudanya jangan sampai dilemahkan oleh maraknya penyalahgunaan narkotika.

   Kepala BNN RI juga menerangkan beberapa kasus penyalahgunaan narkotika yang beredar di Indonesia. "Tahun 2016, BNN berhasil memusnahkan 3,4 Ton Sabu yang diimpor dari China. Namun, dari hasil kunjungan saya ke China baru-baru ini, berdasarkan informasi dari pemerintah China, ternyata sabu-sabu yang masuk ke Indonesia sebesar 250 Ton. Sehingga upaya pencegahan harus terus digalakkan dan digaungkan mengingat begitu besarnya pangsa pasar di Indonesia, " papar pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Menurut Kepala BNN,  saat ini di dunia terdapat 800 jenis narkotika yang ditemukan dan di Indonesia telah ditemukan sebanyak kurang lebih 680 jenis. "Sementara itu di negara negara lain, narkotika yang ditemukan hanya berkisar 5 hingga 6 jenis saja, hal ini menjelaskan kenapa indonesia merupakan konsumen paling rawan/ paling signifikan dalam konsumsi narkotika dan pangsa pasar empuk bagi bandar. Hal tersebut membuktikan bahwa upaya pemberantasan dan pencegahan secara preventif harus dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan generasi muda, terangnya.

Upaya upaya hukum yang tegas, menurut Budi Waseso dijelaskan sebagai upaya penegakan hukum demi kebaikan bersama. Kepala BNN juga berharap agar mahasiswa  kedepan bisa lebih aktif,  kreatif,  kritis dan cerdas dalam menghadapi permasalahan narkotika. (ara)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar