Rabu, 11 April 2018

Kepala BNN, Memberikan Kuliah Umum dan Penandatangan MoU

Foto Kepala BNN, Memberikan Kuliah Umum dan Penandatangan MoU 
di Universitas Brawijaya Malang

Anak Penerus Bangsa merupakan sasaran utama bagi para Sindikat Narkotika dalam penyebaran Narkotika. di Kampus Universitas Brawijaya Malang menjadi pelopor untuk mencetak Sumber Daya Manusia dengan harapan bisa menjadi media untuk mencegah masuknya narkoba. Salah satu upaya Universitas Brawijaya dalam mencegah dan mensosialisasikan narkoba antara lain dengan mengadakan tes urine bagi para dekan, presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Presiden BEM.

Universitas Brawijaya sebenarnya ingin melakukan tes urine kepada semua mahasiswa terutama Maba namun karena terkendala biaya maka program tersebut masih kami tunda,”kata Rektor UB Prof Bisri. Rektor juga berharap UB bisa menciptakan alat pendeteksi zat psikotropika yang terkandung dalam tubuh. Harapan ini muncul setelah Laboratorium Biosains UB berhasil menciptakan alat pendeteksi dini diabetes.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H. menambahkan bahwa kampus bisa menjadi tempat munculnya penggiat anti narkoba. Selain itu, kampus juga bisa memasukkan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahangunaan Perdagangan Gelap Narkotika (P4GN) dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

BNN mensosialisasikan gerakan anti narkoba melalui : 
- iklan layanan masyarakat dan 
- himbauan pada generasi muda melalui bioskop 21. 
Himbauan tersebut muncul sebelum film diputar.

testimoni menurut mantan pecandu Dony Andreas lingkungan merupakan faktor terbesar seseorang menjadi pecandu Narkoba. Keinginan untuk mencoba coba karena pengaruh orang disekitar merupakan faktor terparah seseorang beralih ke narkoba. Dony yang sudah 25 tahun bergelut dengan dunia Narkoba, mengungkapkan mencoba narkoba seperti terhisap ke dalam lautan pasir yang sulit untuk keluar. "Sehingga saran saya jauhi narkoba dan jangan berani untuk coba-coba. Dony menambahkan bahwa keluarga bisa menjadi upaya pencegahan terhadap narkoba.  Oleh karena itu jika seseorang mempunyai permasalahan maka keluarga bisa menjadi solusi untuk berbagi.

Keluarga yang harmonis menjadi salah satu upaya pencegahan narkoba. Selain Kuliah Umum bersama Kepala BNN, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerjasama (MoU) antara UB dan BNN. Penadatanganan nota kesepahaman meliputi beberapa hal, yaitu penyebaran informasi tentang P4GN dan meningkatkan peran serta para akademisi UB sebagai relawan dan penggiat anti narkoba.

Selain itu BNN dan UB juga sepakat bekerjasama dalam bidang penelitian dan pengkajian P4GN untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, kebijakan publik, kerja sama background study rencana strategis (Renstra) BNN 2020-2024, serta penyusunan background study rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bidang penanganan narkoba 2020-2024.

Dalam penandatanganan kerjasama, pihak BNN diwakili Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H. Sedangkan perwakilan pihak UB yaitu Rektor Prof. Bisri, Ketua Pusat Kajian Kinerja dan Strategik Sektor Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Romy Hermawan (untuk study rencana strategis BNN 2020-2024) serta Ketua Research Center for Conflict and Policy, Fakultas Ilmu Administrasi, Abdullah Said (untuk studi rencana pembangunan jangka menengah nasional bidang penanganan narkoba 2020-2024)


Foto Kepala BNN, Memberikan Kuliah Umum dan Penandatangan MoU 
di Universitas Brawijaya Malang