Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Senin, 18 Mei 2020

Press Release Ungkap LAB Narkotika

Berdasarkan informasi masyarakat yang ditindak lanjuti dengan penyelidikan Tim Intelijen, bahwa akhir-akhir ini sering terjadi transaksi narkotika disekitar Buduran-Sidoarjo. Tim intelijen melakukan pendalaman perihal informasi tersebut dan benar diperoleh fakta-fakta yang mengindikasikan adanya transaksi narkotika jenis methamphetamine yang dilakukan oleh Manik dan Novin dg area distribusi meliputi daerah Sidoarjo dan sekitarnya.Pada hari minggu sekira pukul 12.20 wib DD dan NV terlihat menuju Hotel S di Sedati Juanda menemui seseorang yang datang menggunakan Innova warna gold nopol H-9314-AW dan tak lama berselang datang seseorang bergabung dalam kamar 130, yaitu ES dan NAS. Modus tersebut diyakini tim dakjar BNNP Jatim sedang terjadi sebuah transaksi berdasarkan riwayat transaksi sebelumnya.Selanjutnya tim Dakjar BNNP Jatim melakukan RPE dan mengamankan tersangka serta barang bukti, melakukan introgasi dan penggeledahan di kamar hotel dan kendaraan yang di gunakan para tersangka.Dari hasil penggeledahan diperoleh barang bukti Narkotika jenis Sabu-sabu dibuktikan dengan alat trunac yang menunjukkan hasil Positif methamphetamine dengan berat lebih kurang 5000 gram, dari hasil interogasi dan jejak digital para tersangka di peroleh fakta adanya Laboratorium narkotika di wilayah Mijen-Semarang.Selanjutnya para tersangka dibawa menuju Mijen-Semarang dan di lokasi cluster Graha Taman Pelangi C3 nomor 3 Semarang Tim Dakjar BNNP Jatim berhasil mengungkap praktik Laboratorium narkotika dengan sisa prekusor jenis HCL dan asetone serta perlatan produkasi lainnya. Setelah dilakukan koordinasi dengan aparat setempat serta penyidik BNNP Jateng maka seluruh barang bukti dilakukan penyitaan untuk kepentingan penyidikan. Selanjutnya keempat tersangka beserta barang buktinya dibawa menuju kantor BNNP Jatim.Tindak Pidana Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 113 ayat (2) Undang - Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.



Selasa, 5 Mei 2020

Press Release dan Pemusnahan Barang Sitaan Narkotika Jenis Ganja

  BNNP Jawa Timur melaksanakan pemusnahan barang sitaan Narkotika jenis ganja yang disita dari 2 (dua) tersangka dan 1 (satu) tempat kejadian perkara (TKP) dengan total keseluruhan barang bukti Narkotika jenis ganja sebanyak ± 2.911  gram. 05/04/2020. Barang bukti narkotika jenis ganja tersebut disita dari tersangka : AS dan YY dengan Laporan Kasus Narkotika No. : LKN / 01 - BRNTS / III / 2020 / BNNP JATIM, tanggal 21 Maret 2020. Terjadinya tindak pidana peredaran gelap narkotika pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2020 pkl. 14.15 WIB di halaman parkir Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) “AL FITRAH” Jl. Kedinding Lor No. 99 Kenjeran Surabaya, Petugas BNNP Jawa Timur telah berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki bernama AS dan YY yang diduga telah melakukan serah terima narkotika jenis ganja.Pada saat kejadian tersangka AS sedang menyerahkan paket yang berisi narkotika jenis ganja kepada YY selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan terhadap keduanya dan Petugas BNNP Jawa Timur berhasil mengamankan 1 paket J&T berbentuk kotak kardus dililit lakban warna cokelat yang berisikan 3 bungkus narkotika jenis ganja dengan berat brutto masing-masing ± 985 gram, ± 922 gram dan ± 1.004 gram dengan demikian total berat keseluruhan barang bukti narkotika jenis ganja adalah ± 2.911 gram.Tersangka AS yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir taxi mengakui membawa narkotika tersebut disuruh oleh temannya bernama “BR” (DPO) yang dikenalnya di pulau Bali dan 4 hari sebelum dilakukan penangkapan oleh petugas BNNP Jawa Timur tersangka bertemu lagi dan menjadi penumpang taxi miliknya. Tersangka mengakui akan dijanjikan sejumlah uang dan akan membayar hutang upah taxi yang belum dibayarnya sebesar Rp. 200,000,- . Tersangka YY mengakui menerima narkotika tersebut disuruh temannya bernama “ZN” tersangka juga mengakui sebelumnya sudah pernah disuruh ZN untuk mengambil paket narkotika jenis ganja dengan upah sebesar Rp. 500,000,- dan rencananya paket ganja tersebut akan diranjaukan kembali di daerah Margomulyo Surabaya. Selanjutnya tersangka beserta barang buktinya diamankan di kantor BNNP JATIM untuk dilakukan proses penyidikan.Atas perbuatanya tersebut tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009. 






Senin, 15 April 2019

LIBATKAN KAI, BNNP JATIM MUSNAHKAN 22 KILOGRAM SABU-SABU


Selasa, 24 September 2019

Melawan dan Kabur, Pengendali Kurir Narkoba Ditindak Tegas dan Terukur

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat 1 Kg, di Sidoarjo, Senin (23/9). Dari kasus ini, petugas mengamankan dua tersangka, namun salah satu diantaranya melakukan perlawanan dan mencoba kabur sehingga ditindak tegas dan terukur. Tersangka berinisial JUF meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.*Kronologi Kasus*Berawal dari informasi tentang adanya jaringan narkoba yang sering beroperasi di daerah Sidoarjo, petugas BNNP jatim melakukan penyelidikan secara mendalam. Dari hasil pemantauan terhadap target tersangka berinisial RI, terlihat berputar-putar di jalan menuju terminal 1 bandara dengan menggunakan kendaraan roda dua dan meletakkan sesuatu di bawah batang pohon. Selanjutnya, tim pemberantasan BNNP Jatim menangkap RI berikut barang bukti sabu seberat 60 gram.Dari keterangan RI, barang tersebut merupakan milik FE (bos). Adapun pengendali dari RI adalah JUF. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di kos RI dan menyita sabu seberat 1 Kg. Petugas kemudian melakukan pengembangan kasus dan berhasil menangkap sang pengendali yaitu JUF, di TKP yang sama dengan RI sebelumnya, tepatnya di Jl. Terminal Bandara - Sedati Kab. Sidoarjo.Saat diminta untuk menunjukkan keberadaan FE, tersangka JUF berusaha melawan dan berusaha kabur sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur, dengan cara melumpuhkan dengan tembakan. Namun saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, tersangka JUF meninggal dunia.Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 Ayat (1) Subs. Pasal 112 Jo. Pasal 132 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun penjara; maksimal 20 Tahun penjara atau seumur hidup. Kepada tersangka petugas selanjutnya melakukan penyidikan terkait TPPU sebagai mana yg dimaksud dalam Pasal 137 huruf (a) dan huruf (b) UU No. 35 tahun 2009 ttg Narkotika dan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU.Dengan pengungkapan kasus ini, BNNP Jatim setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 5 ribu anak bangsa dari penyalahguna.Biro Humas dan Protokol BNN RI #bersinar #stopnarkoba



Terkini


Kamis, 18 Juli 2019

BNNP JAWA TIMUR DEKLARASIKAN PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS (ZI)

Deklarasi pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM) di lingkungan BNNP Jawa Timur,didasari oleh keinginan untuk menghadirkan insan aparatur BNNP Jawa Timur yang handal dan profesional dalam melaksanakan tugas P4GN di wilayah Jawa Timur.Rabu (17/07) BNNP Jatim mendeklaraskan pencanangan Zona Integritas bersama sama dengan Forkopimda Jatim dan Perwakilan Masyarakat serta Media di Jawa Timur. Kepala BNNP Jawa Timur, Bambang Priyambadha menjelasakan bahwa upaya ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat."Berbagai kegiatan dalam rangka memenuhi indikator utama program pencegahan korupsi yang seiring dengan program percepatan reformasi birokrasi terus diupayakan, seperti dengan dilakukannya penandantanganan dokumen Pakta Integritas, penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Akuntabilitas Kinerja, laporan Keuangan, Whistle Blower System, dan Program Pengendalian Gratifikasi," terang Pria asal Krian ini.Saat ini, BNNP Jawa Timur sendiri senantiasa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan terus berupaya memenuhi 6 unsur indikator penunjang yaitu promosi jabatan secara terbuka, rekruitmen secara terbuka, mekanisme pengaduan masyarakat, e-procurement, pengukuran kinerja individu dan keterbukaan informasi publik dimana itu semua menjadi output dari birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan bersifat melayani. "Momentum deklarasi ZI tidak boleh berhenti setelah terwujudnya “WBK dan WBBM” saja tetapi tetap diupayakan kelestariannya dengan sustainable commitment (komitmen berkelanjutan)," jelas Bambang sembari mengakhiri wawancara .#stopnarkoba #bnnpjatim #lawannarkoba #Infobnn #infobnn_ri #zonaintegritas #zi #wbk #wbbm


Jumat, 12 Juli 2019

KINI, DI JATIM CALON PENGANTIN WAJIB TES URINE–SINERGI BNNP JAWA TIMUR DENGAN KANWIL KEMENAG JAWA TIMUR

Sejak Januari s.d Juni 2019 BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika.Dari data hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama denga n Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).Tingginya angka penyalahguna ini, menjadikan pengawasan akan segala aspek yang bisa mengurangi faktor jumlah penyalahguna diperhatikan dari berbagai sisi dan sumber. Salah satu yang diupayakan untuk menciptakan masa depan bangsa yang bebas dari penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan pencegahan dan sosialiasi kepada orang tua atau calon orang tua dari anak agar semakin aware akan bahaya penyalahgunaan narkotika.Menyorot jumlah angka pernikahan yang cukup tinggi di wilayah Jawa Timur, yaitu 294.573 jiwa (berdasarkan data sampai bulan November Kemenag Jatim) BNNP Jawa Timur memandang  perlunya pendidikan atau edukasi para calon orang tua terkait bahaya narkoba melalui keberadaan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  yang menegaskan tentang perlunya tes urine bagi pasangan yang akan menikah dengan menggandeng Kanwil Kemenag Jatim.

Menurut Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan, peredaran narkoba bisa menjadi lahan ibadah untuk bersama sama memerangi peredaran gelap narkoba. Salah satunya adalah dengan mendukung pelaksanaan PKS yangterbangun antara BNNP Jatim dengan Kanwil Kemenag Jatim.

“Karena pasangan yang baru menikah inilah yang kelak akan mempunyai keturunan-keturunan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi penerus bangsa kelak. Sehingga Kesadaran orang tua harus dibangun sejak dini, yaitu melalui adanya Tes Urine Narkotika saat sebelum menikah,” terang Kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha.Kepala BNNP Jatim ini, juga menambahkan bahwa pasangan yang kedapatan positif saat di tes urine, bukan berarti tidak diperbolehkan menikah. “calon pengantin tetap melangsungkan proses pernikahan namun wajib melapor ke BNNP/BNN Kab/Kota/RSUD dan IPWL Puskesmas se-Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan rehabilitasi,” jelasnya sembari menutup wawancara (Humas BNNP Jatim)


Kamis, 11 Juli 2019

KONFERENSI PERS CAPAIAN KINERJA BNNP JAWA TIMUR JANUARI S.D JUNI 2019 DALAM RANGKA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019

 Di semester awal tahun 2019, sejak Januari s.d Juni BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan beberapa pencapaian dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika. Termasuk diantanya beberapa ungkap kasus yang berjalan dengan baik dan lancar.Pada tahun 2019 ini, selain ungkap kasus peredaran gelap narkotika, kinerja BNNP Jawa Timur, disupport oleh 2 ekor satuan Satwa K9 yang didatangkan pada akhir Desember tahun lalu. Satwa K9 ini, mensupport kinerja bidang pemberantasan dalam melaksanakan tugasnya, seperti saat dilakukan operasi di tempat hiburan malam. Selain itu, BNNP Jatim juga disupport oleh sarana baru, yaitu adanya mobil tahanan yang bisa digunakan untuk meningkatkan operasional.Beberapa fungsi yang bergerak sebagai motor penggerak BNN adalah, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan serta di support oleh Bagian Umum.Dalam pelaksanaan tugasnya, di Tahun 2018 BNNP Jatim di Bidang P2M melaksanakan:

  1. Sosialisasi bahaya Narkoba melalui media sebanyak 34 kali dengan total yang terpapar informasi sebanyak 424.998 orang
  2. Penyuluhan sebanyak 46 kali dengan jumlah peserta 5544 orang,dan
  3. Tes uji narkoba 4 kali dengan jumlah peserta 213 orang.
Sementara itu, hasil kegiatan rehabilitasi bagi pengguna narkoba oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Jawa Timur beserta Badan Narkotika Kota / Kabupaten yang berada di 17 Kota / Kabupaten pada bulan Januari - Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 462 orang dengan rincian sebagai berikut :a). Rehab Rawat Jalan 358 orang ( didukung DIPA ).b). Rehab Rawat Inap 6 orang (didukung DIPA)c). Rehab Rawat Inap 79 orang ( Non DIPA ).d). Rehab Rawat Jalan 19 orang ( Non DIPA ).Pelaksanaan rehabilitasi bagi pengguna narkoba tersebut diatas tidak terlepas dari kegiatan yang digelar dalam bentuk :a). Voluntary (Sukarela) sebanyak 412 Orangb). Hasil Operasi sebanyak 49 Orangc). T A T (Tim Asesmen Terpadu) sebanyak 106 kegiatan (Tidak semuanya bisa mendapatkan proses rehabilitasi, dari hasil TAT hanya 2 org yg mendapatkan rekomendasi rehabilitasi).Berkaitan dengan kegiatan pasca rehabilitasi, saat ini di BNNP Jatim telah dilaksanakan:
  1. Pascarehabilitasi Reguler terdiri dari 56
  2. Layanan Rawat lanjut sebanyak 22 klien.
Dan pemberianLayanan Surat keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika sebanyak 240 orang.Pada semester pertama tahun 2019 ini, Data yang berhasil didapatkan dari pelaksanaan rawat jalan di Klinik Utama BNNP yang tahun lalu sebanyak 51 % pasien, yang merupakan anak/remaja dengan usia di bawah 19 tahun. Di tahun ini, pasien didominasi oleh 65 % usia dewasa dan 35 persen merupakan usia remaja  dan rata rata pengguna merupakan pengguna teratur pakai.Bidang Pemberantasan sendiri bersama dengan BNNK , dalam kurun waktu Januari s/d Juni 2019 berhasil mengungkap kasus tindak pidana Narkotika, dengan total kasus sebanyak 35 kasus dan 52 orang tersangka.Data Kasus Narkotika Januari s.d Juni 2019Data tersebut, menunjukkan ada peningkatan barang bukti sabu-sabu dari kasus yang berhasil di ungkap. Jika di tahun 2018 yang lalu sabu seberat 24987,42 gram merupakan hasil ungkap kasus setahun, tahun ini selama setengah semester, telah berhasil diungkap lebih dari 32 kilogram sabu.Selain itu, dari hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama dengan Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).


Kamis, 16 Mei 2019

GALAKKAN UPAYA PERLAWANAN TERHADAP NARKOTIKA, BNNP JATIM GANDENG PT PAL

 KAMIS (16/05) BNNP Jawa Timur bersama dengan PT. PAL Indonesia, dalam mewujudkan komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penyebarluasan Informasi tentang P4GN, Pembentukan Relawan Anti Narkotika dan Penggiat Anti Narkotika, serta Tes Urine Narkotika. PKS tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Bambang Priyambadha, bersama dengan Etty Soewardani, Direktur SDM & Umum PT PAL Indonesia. Selain dilaksanakan PKS, Kepala BNNP Jawa Timur juga memberikan sosialisasi mengenai Bahaya Narkoba bagi karyawan PT. PAL Indonesia. Sosialisasi tersebut ditujukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi karyawan PT PAL Indonesia dan tak kurang dari 100 orang peserta hadir dari perwakilan berbagai divisi. “Saat ini upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sudah tidak bisa lagi hanya dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus bersama sama dilakukan sebagai upaya bersama melawan penyalahgunaan narkotika,” terang Kepala BNNP Jatim. Melihat besar dan luasnya wilayah cakupan PT. PAL Indonesia sebagai salah satu perusahaan besar di bidang perkapalan, maka kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan. “Saat ini kami sedang mengupayakan agar karyawan kami bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika karena dampaknya yang bisa merusak masa depan bangsa,” tambah Etty Soewardani saat memberikan sambutan. Selain itu, Direktur SDM PT PAL Indonesia ini juga berharap agar kerjasama antara BNN dan PT. PAL Indonesia bisa berjalan dengan lancar. (HUMAS BNNP JATIM) 


Selasa, 11 Desember 2018

2 Pengedar Sabu yang Disergap di Tol Merupakan Jaringan Lapas

https://www.youtube.com/watch?v=tpoOnvJQ6PQBNN Provinsi Jawa Timur telah menyergap dua pengedar sabu. Keduanya diamankan di pintu Tol Sidoarjo. Keduanya merupakan jaringan lapas Porong. Kedua pelaku yakni Wahyu Hidayat (34) warga Desa Modongan, Sooko, Mojokerto dan Mochammad Nuruddin (37) warga Desa Japan, Sooko, Mojokerto. Keduanya diamankan di pintu masuk Tol Sidoarjo pada Selasa (4/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Kabid Pemberantasan BNNP Jatim mengatakan kedua pengedar tergolong licin dalam melakukan aksinya. "Sebelum kami gerebek. Mereka berdua sudah melakukan pengiriman sabu 2 sampai 3 kali di kawasan Mojokerto," Keduanya memang dikedalikan dari Lapas Porong. Kenapa begitu, kami usai menangkap mereka kami pastikan ke Lapas Porong dan memang benar, selain itu juga menyampaikan jika ada dua orang napi yang mengendalikan kedua tersangka."Ada dua yang mengendalikan dari Lapas Porong yakni JK dan AK," ungkap Wisnu. Dikatakan Wisnu sabu yang dibawa oleh kedua tersangka tersebut dari Malaysia."Barang tersebut didapatkan dari Malaysia. Kemudian lewat Batam, disebrangkan ke Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya," tandas Wisnu.Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Jumat, 12 Juli 2019

KINI, DI JATIM CALON PENGANTIN WAJIB TES URINE–SINERGI BNNP JAWA TIMUR DENGAN KANWIL KEMENAG JAWA TIMUR

Sejak Januari s.d Juni 2019 BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika.Dari data hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama denga n Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).Tingginya angka penyalahguna ini, menjadikan pengawasan akan segala aspek yang bisa mengurangi faktor jumlah penyalahguna diperhatikan dari berbagai sisi dan sumber. Salah satu yang diupayakan untuk menciptakan masa depan bangsa yang bebas dari penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan pencegahan dan sosialiasi kepada orang tua atau calon orang tua dari anak agar semakin aware akan bahaya penyalahgunaan narkotika.Menyorot jumlah angka pernikahan yang cukup tinggi di wilayah Jawa Timur, yaitu 294.573 jiwa (berdasarkan data sampai bulan November Kemenag Jatim) BNNP Jawa Timur memandang  perlunya pendidikan atau edukasi para calon orang tua terkait bahaya narkoba melalui keberadaan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  yang menegaskan tentang perlunya tes urine bagi pasangan yang akan menikah dengan menggandeng Kanwil Kemenag Jatim.

Menurut Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan, peredaran narkoba bisa menjadi lahan ibadah untuk bersama sama memerangi peredaran gelap narkoba. Salah satunya adalah dengan mendukung pelaksanaan PKS yangterbangun antara BNNP Jatim dengan Kanwil Kemenag Jatim.

“Karena pasangan yang baru menikah inilah yang kelak akan mempunyai keturunan-keturunan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi penerus bangsa kelak. Sehingga Kesadaran orang tua harus dibangun sejak dini, yaitu melalui adanya Tes Urine Narkotika saat sebelum menikah,” terang Kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha.Kepala BNNP Jatim ini, juga menambahkan bahwa pasangan yang kedapatan positif saat di tes urine, bukan berarti tidak diperbolehkan menikah. “calon pengantin tetap melangsungkan proses pernikahan namun wajib melapor ke BNNP/BNN Kab/Kota/RSUD dan IPWL Puskesmas se-Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan rehabilitasi,” jelasnya sembari menutup wawancara (Humas BNNP Jatim)


Selasa, 11 Desember 2018

2 Pengedar Sabu yang Disergap di Tol Merupakan Jaringan Lapas

https://www.youtube.com/watch?v=tpoOnvJQ6PQBNN Provinsi Jawa Timur telah menyergap dua pengedar sabu. Keduanya diamankan di pintu Tol Sidoarjo. Keduanya merupakan jaringan lapas Porong. Kedua pelaku yakni Wahyu Hidayat (34) warga Desa Modongan, Sooko, Mojokerto dan Mochammad Nuruddin (37) warga Desa Japan, Sooko, Mojokerto. Keduanya diamankan di pintu masuk Tol Sidoarjo pada Selasa (4/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Kabid Pemberantasan BNNP Jatim mengatakan kedua pengedar tergolong licin dalam melakukan aksinya. "Sebelum kami gerebek. Mereka berdua sudah melakukan pengiriman sabu 2 sampai 3 kali di kawasan Mojokerto," Keduanya memang dikedalikan dari Lapas Porong. Kenapa begitu, kami usai menangkap mereka kami pastikan ke Lapas Porong dan memang benar, selain itu juga menyampaikan jika ada dua orang napi yang mengendalikan kedua tersangka."Ada dua yang mengendalikan dari Lapas Porong yakni JK dan AK," ungkap Wisnu. Dikatakan Wisnu sabu yang dibawa oleh kedua tersangka tersebut dari Malaysia."Barang tersebut didapatkan dari Malaysia. Kemudian lewat Batam, disebrangkan ke Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya," tandas Wisnu.Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Kamis, 18 Juli 2019

BNNP JAWA TIMUR DEKLARASIKAN PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS (ZI)

Deklarasi pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM) di lingkungan BNNP Jawa Timur,didasari oleh keinginan untuk menghadirkan insan aparatur BNNP Jawa Timur yang handal dan profesional dalam melaksanakan tugas P4GN di wilayah Jawa Timur.Rabu (17/07) BNNP Jatim mendeklaraskan pencanangan Zona Integritas bersama sama dengan Forkopimda Jatim dan Perwakilan Masyarakat serta Media di Jawa Timur. Kepala BNNP Jawa Timur, Bambang Priyambadha menjelasakan bahwa upaya ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat."Berbagai kegiatan dalam rangka memenuhi indikator utama program pencegahan korupsi yang seiring dengan program percepatan reformasi birokrasi terus diupayakan, seperti dengan dilakukannya penandantanganan dokumen Pakta Integritas, penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Akuntabilitas Kinerja, laporan Keuangan, Whistle Blower System, dan Program Pengendalian Gratifikasi," terang Pria asal Krian ini.Saat ini, BNNP Jawa Timur sendiri senantiasa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan terus berupaya memenuhi 6 unsur indikator penunjang yaitu promosi jabatan secara terbuka, rekruitmen secara terbuka, mekanisme pengaduan masyarakat, e-procurement, pengukuran kinerja individu dan keterbukaan informasi publik dimana itu semua menjadi output dari birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan bersifat melayani. "Momentum deklarasi ZI tidak boleh berhenti setelah terwujudnya “WBK dan WBBM” saja tetapi tetap diupayakan kelestariannya dengan sustainable commitment (komitmen berkelanjutan)," jelas Bambang sembari mengakhiri wawancara .#stopnarkoba #bnnpjatim #lawannarkoba #Infobnn #infobnn_ri #zonaintegritas #zi #wbk #wbbm


Kamis, 16 Mei 2019

GALAKKAN UPAYA PERLAWANAN TERHADAP NARKOTIKA, BNNP JATIM GANDENG PT PAL

 KAMIS (16/05) BNNP Jawa Timur bersama dengan PT. PAL Indonesia, dalam mewujudkan komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penyebarluasan Informasi tentang P4GN, Pembentukan Relawan Anti Narkotika dan Penggiat Anti Narkotika, serta Tes Urine Narkotika. PKS tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Bambang Priyambadha, bersama dengan Etty Soewardani, Direktur SDM & Umum PT PAL Indonesia. Selain dilaksanakan PKS, Kepala BNNP Jawa Timur juga memberikan sosialisasi mengenai Bahaya Narkoba bagi karyawan PT. PAL Indonesia. Sosialisasi tersebut ditujukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi karyawan PT PAL Indonesia dan tak kurang dari 100 orang peserta hadir dari perwakilan berbagai divisi. “Saat ini upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sudah tidak bisa lagi hanya dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus bersama sama dilakukan sebagai upaya bersama melawan penyalahgunaan narkotika,” terang Kepala BNNP Jatim. Melihat besar dan luasnya wilayah cakupan PT. PAL Indonesia sebagai salah satu perusahaan besar di bidang perkapalan, maka kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan. “Saat ini kami sedang mengupayakan agar karyawan kami bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika karena dampaknya yang bisa merusak masa depan bangsa,” tambah Etty Soewardani saat memberikan sambutan. Selain itu, Direktur SDM PT PAL Indonesia ini juga berharap agar kerjasama antara BNN dan PT. PAL Indonesia bisa berjalan dengan lancar. (HUMAS BNNP JATIM) 


Kamis, 11 Juli 2019

KONFERENSI PERS CAPAIAN KINERJA BNNP JAWA TIMUR JANUARI S.D JUNI 2019 DALAM RANGKA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019

 Di semester awal tahun 2019, sejak Januari s.d Juni BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan beberapa pencapaian dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika. Termasuk diantanya beberapa ungkap kasus yang berjalan dengan baik dan lancar.Pada tahun 2019 ini, selain ungkap kasus peredaran gelap narkotika, kinerja BNNP Jawa Timur, disupport oleh 2 ekor satuan Satwa K9 yang didatangkan pada akhir Desember tahun lalu. Satwa K9 ini, mensupport kinerja bidang pemberantasan dalam melaksanakan tugasnya, seperti saat dilakukan operasi di tempat hiburan malam. Selain itu, BNNP Jatim juga disupport oleh sarana baru, yaitu adanya mobil tahanan yang bisa digunakan untuk meningkatkan operasional.Beberapa fungsi yang bergerak sebagai motor penggerak BNN adalah, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan serta di support oleh Bagian Umum.Dalam pelaksanaan tugasnya, di Tahun 2018 BNNP Jatim di Bidang P2M melaksanakan:

  1. Sosialisasi bahaya Narkoba melalui media sebanyak 34 kali dengan total yang terpapar informasi sebanyak 424.998 orang
  2. Penyuluhan sebanyak 46 kali dengan jumlah peserta 5544 orang,dan
  3. Tes uji narkoba 4 kali dengan jumlah peserta 213 orang.
Sementara itu, hasil kegiatan rehabilitasi bagi pengguna narkoba oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Jawa Timur beserta Badan Narkotika Kota / Kabupaten yang berada di 17 Kota / Kabupaten pada bulan Januari - Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 462 orang dengan rincian sebagai berikut :a). Rehab Rawat Jalan 358 orang ( didukung DIPA ).b). Rehab Rawat Inap 6 orang (didukung DIPA)c). Rehab Rawat Inap 79 orang ( Non DIPA ).d). Rehab Rawat Jalan 19 orang ( Non DIPA ).Pelaksanaan rehabilitasi bagi pengguna narkoba tersebut diatas tidak terlepas dari kegiatan yang digelar dalam bentuk :a). Voluntary (Sukarela) sebanyak 412 Orangb). Hasil Operasi sebanyak 49 Orangc). T A T (Tim Asesmen Terpadu) sebanyak 106 kegiatan (Tidak semuanya bisa mendapatkan proses rehabilitasi, dari hasil TAT hanya 2 org yg mendapatkan rekomendasi rehabilitasi).Berkaitan dengan kegiatan pasca rehabilitasi, saat ini di BNNP Jatim telah dilaksanakan:
  1. Pascarehabilitasi Reguler terdiri dari 56
  2. Layanan Rawat lanjut sebanyak 22 klien.
Dan pemberianLayanan Surat keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika sebanyak 240 orang.Pada semester pertama tahun 2019 ini, Data yang berhasil didapatkan dari pelaksanaan rawat jalan di Klinik Utama BNNP yang tahun lalu sebanyak 51 % pasien, yang merupakan anak/remaja dengan usia di bawah 19 tahun. Di tahun ini, pasien didominasi oleh 65 % usia dewasa dan 35 persen merupakan usia remaja  dan rata rata pengguna merupakan pengguna teratur pakai.Bidang Pemberantasan sendiri bersama dengan BNNK , dalam kurun waktu Januari s/d Juni 2019 berhasil mengungkap kasus tindak pidana Narkotika, dengan total kasus sebanyak 35 kasus dan 52 orang tersangka.Data Kasus Narkotika Januari s.d Juni 2019Data tersebut, menunjukkan ada peningkatan barang bukti sabu-sabu dari kasus yang berhasil di ungkap. Jika di tahun 2018 yang lalu sabu seberat 24987,42 gram merupakan hasil ungkap kasus setahun, tahun ini selama setengah semester, telah berhasil diungkap lebih dari 32 kilogram sabu.Selain itu, dari hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama dengan Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).


Jumat, 6 September 2019

SKHPN EKSPRES

Saat ini, Indonesia telah berada dalam kondisi Darurat Narkoba. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba saat ini pun telah menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan penelitian BNN bekerjasama dengan LIPI, jumlah angka prevalensi penyalahguna Narkoba di Jawa Timur tahun 2018 sebesar 2.80% atau 562.778 yang terdiri dari kalangan pelajar/mahasiswa, kaum pekerja bahkan kalangan rumah tangga. Dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, diperlukan peran berbagai pihak baik instansi swasta maupun negeri untuk turut berperan aktif. Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan instansi pemerintah maupun swasta adalah menjadikan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika dalam persyaratan seleksi melamar pekerjaan, syarat pendaftaran sekolah, syarat pendaftaran beasiswa dll. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan permintaan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika menjadi meningkat.Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) adalah surat keterangan yang menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium seseorang dari zat-zat narkotik, psikotropika dan zat adiktif lainnya pada saat orang tersebut dilakukan pemeriksaan. Biasanya, metode yang digunakan adalah pemeriksaan skrining rapid test dengan menggunakan alat minimal 6 parameter untuk mendeteksi zat methamphetamine, amphetamine, cocaine, morhine, benzodiazepine, dan tetrahydrocannabinol..Klinik BNN Provinsi Jawa Timur menerima pelayanan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SHKPN). Metode yang digunakan juga metode rapid test. Persyaratan yang diperlukan untuk mengurus SKHPN adalah fotokopi kartu identitas dan membawa pot air seni dan alat tes skrining urin minimal 6 parameter. Pemohon SKHPN yang sudah membawa persyaratan dapat langsung melakukan pendaftaran. Selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel urin kemudian dilakukan pengetesan terhadap sampel urin tersebut. Selanjutnya pemohon akan dilakukan wawancara dan pemeriksaan tanda vital. Penerbitan SKHPN dalam jangka waktu 15 menit setelah proses pemeriksaan urin dan pemeriksaan kesehatan pemohon SKHPN. Pemeriksaan narkotika juga bisa dilakukan di laboratorium resmi, puskesmas, maupun rumah sakit. Jangka waktu penerbitan SKHPN di laboratorium atau rumah sakit biasanya berkisar 1 – 3 jam setelah pemeriksaan.Namun saat ini untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan SHKPN di BNNP Jawa Timur, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui Sistem Pelayanan BNNP Jawa Timur (SIMPEL BNNP Jawa Timur). Masyarakat dapat mendaftarkan diri dimana saja dan kapan saja. Selain untuk memperoleh layanan SHKPN, aplikasi SIMPEL BNNP Jawa Timur juga bisa digunakan untuk penerima layanan Sosialisasi atau permohonan narasumber dari BNNP Jawa Timur.


Jumat, 6 September 2019

SKHPN EKSPRES

Saat ini, Indonesia telah berada dalam kondisi Darurat Narkoba. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba saat ini pun telah menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan penelitian BNN bekerjasama dengan LIPI, jumlah angka prevalensi penyalahguna Narkoba di Jawa Timur tahun 2018 sebesar 2.80% atau 562.778 yang terdiri dari kalangan pelajar/mahasiswa, kaum pekerja bahkan kalangan rumah tangga. Dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, diperlukan peran berbagai pihak baik instansi swasta maupun negeri untuk turut berperan aktif. Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan instansi pemerintah maupun swasta adalah menjadikan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika dalam persyaratan seleksi melamar pekerjaan, syarat pendaftaran sekolah, syarat pendaftaran beasiswa dll. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan permintaan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika menjadi meningkat.Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) adalah surat keterangan yang menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium seseorang dari zat-zat narkotik, psikotropika dan zat adiktif lainnya pada saat orang tersebut dilakukan pemeriksaan. Biasanya, metode yang digunakan adalah pemeriksaan skrining rapid test dengan menggunakan alat minimal 6 parameter untuk mendeteksi zat methamphetamine, amphetamine, cocaine, morhine, benzodiazepine, dan tetrahydrocannabinol..Klinik BNN Provinsi Jawa Timur menerima pelayanan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SHKPN). Metode yang digunakan juga metode rapid test. Persyaratan yang diperlukan untuk mengurus SKHPN adalah fotokopi kartu identitas dan membawa pot air seni dan alat tes skrining urin minimal 6 parameter. Pemohon SKHPN yang sudah membawa persyaratan dapat langsung melakukan pendaftaran. Selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel urin kemudian dilakukan pengetesan terhadap sampel urin tersebut. Selanjutnya pemohon akan dilakukan wawancara dan pemeriksaan tanda vital. Penerbitan SKHPN dalam jangka waktu 15 menit setelah proses pemeriksaan urin dan pemeriksaan kesehatan pemohon SKHPN. Pemeriksaan narkotika juga bisa dilakukan di laboratorium resmi, puskesmas, maupun rumah sakit. Jangka waktu penerbitan SKHPN di laboratorium atau rumah sakit biasanya berkisar 1 – 3 jam setelah pemeriksaan.Namun saat ini untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan SHKPN di BNNP Jawa Timur, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui Sistem Pelayanan BNNP Jawa Timur (SIMPEL BNNP Jawa Timur). Masyarakat dapat mendaftarkan diri dimana saja dan kapan saja. Selain untuk memperoleh layanan SHKPN, aplikasi SIMPEL BNNP Jawa Timur juga bisa digunakan untuk penerima layanan Sosialisasi atau permohonan narasumber dari BNNP Jawa Timur.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

404

Total Kasus Narkoba

509

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

5,654

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi