Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini




Minggu, 7 Juli 2019

PUNCAK HANI DI JATIM, GUBERNUR KHOFIFAH PERINGATKAN GENERASI MILENIAL

Minggu (07/07) Jawa Timur memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Taman Bungkul, Surabaya. Di ruang terbuka Hijau tersebut digelar panggung hiburan yang bisa menarik generasi milenial untuk turUt serta hadir dan berpartisipasi dalam acara yang dikhususkan untuk memperingati banyak jatuhnya korban narkotika.“Dari pelaksanaan HANI kita bisa banyak belajar, bahwa peringatan Puncak HANI tidak harus dengan acara yang meriah dan berhura-hura, tetapi cukup dengan acara khidmad yang dapat membangun kesadaran bersama akan bahayanya penyalahgunaan narkotika,” terang Bambang Priyambadha, Kepala BNNP Jawa Timur.Dalam acara yang digelar bersamaan dengan Car free Day kota Surabaya ini, dikemas Flashmob Lawan Narkoba, Deklarasi Sumpahin Narkoba, Penyematan Pin Keprihatinan secara bersama-sama oleh seluruh tamu undangan dan pemberian penghargaan bagi beberapa orang aktif sebagai penggerak kegiatan P4GN di Jawa Timur.“lJangan sampai-coba coba narkoba ya, karena sekali mencoba pasti kematian akhirnya,” terang Gubernur Khofifah saat memberikan pidato di acara Puncak HANI. Menurut Gubernur yang ramah senyum ini, menggunakan narkotika bisa mengurangi potensi sumberdaya manusia yang ada terutama bagi generasi milenial. Gubernur Jawa Timur ini juga menjelaskan bahwa perlu tindakan hukum yang tegas bagi penindakan narkotika agar bisa timbul efek jera dan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk bersama sama melawan dan memerangi penyalahgunaan narkotika.  





Senin, 15 April 2019

LIBATKAN KAI, BNNP JATIM MUSNAHKAN 22 KILOGRAM SABU-SABU





Terkini


Jumat, 12 Juli 2019

KINI, DI JATIM CALON PENGANTIN WAJIB TES URINE–SINERGI BNNP JAWA TIMUR DENGAN KANWIL KEMENAG JAWA TIMUR

Sejak Januari s.d Juni 2019 BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika.Dari data hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama denga n Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).Tingginya angka penyalahguna ini, menjadikan pengawasan akan segala aspek yang bisa mengurangi faktor jumlah penyalahguna diperhatikan dari berbagai sisi dan sumber. Salah satu yang diupayakan untuk menciptakan masa depan bangsa yang bebas dari penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan pencegahan dan sosialiasi kepada orang tua atau calon orang tua dari anak agar semakin aware akan bahaya penyalahgunaan narkotika.Menyorot jumlah angka pernikahan yang cukup tinggi di wilayah Jawa Timur, yaitu 294.573 jiwa (berdasarkan data sampai bulan November Kemenag Jatim) BNNP Jawa Timur memandang  perlunya pendidikan atau edukasi para calon orang tua terkait bahaya narkoba melalui keberadaan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  yang menegaskan tentang perlunya tes urine bagi pasangan yang akan menikah dengan menggandeng Kanwil Kemenag Jatim.

Menurut Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan, peredaran narkoba bisa menjadi lahan ibadah untuk bersama sama memerangi peredaran gelap narkoba. Salah satunya adalah dengan mendukung pelaksanaan PKS yangterbangun antara BNNP Jatim dengan Kanwil Kemenag Jatim.

“Karena pasangan yang baru menikah inilah yang kelak akan mempunyai keturunan-keturunan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi penerus bangsa kelak. Sehingga Kesadaran orang tua harus dibangun sejak dini, yaitu melalui adanya Tes Urine Narkotika saat sebelum menikah,” terang Kepala BNNP Jatim, Bambang Priyambadha.Kepala BNNP Jatim ini, juga menambahkan bahwa pasangan yang kedapatan positif saat di tes urine, bukan berarti tidak diperbolehkan menikah. “calon pengantin tetap melangsungkan proses pernikahan namun wajib melapor ke BNNP/BNN Kab/Kota/RSUD dan IPWL Puskesmas se-Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan rehabilitasi,” jelasnya sembari menutup wawancara (Humas BNNP Jatim)


Kamis, 11 Juli 2019

KONFERENSI PERS CAPAIAN KINERJA BNNP JAWA TIMUR JANUARI S.D JUNI 2019 DALAM RANGKA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019

 Di semester awal tahun 2019, sejak Januari s.d Juni BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melakukan beberapa pencapaian dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba dan memberantas peredaran gelap narkotika. Termasuk diantanya beberapa ungkap kasus yang berjalan dengan baik dan lancar.Pada tahun 2019 ini, selain ungkap kasus peredaran gelap narkotika, kinerja BNNP Jawa Timur, disupport oleh 2 ekor satuan Satwa K9 yang didatangkan pada akhir Desember tahun lalu. Satwa K9 ini, mensupport kinerja bidang pemberantasan dalam melaksanakan tugasnya, seperti saat dilakukan operasi di tempat hiburan malam. Selain itu, BNNP Jatim juga disupport oleh sarana baru, yaitu adanya mobil tahanan yang bisa digunakan untuk meningkatkan operasional.Beberapa fungsi yang bergerak sebagai motor penggerak BNN adalah, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan serta di support oleh Bagian Umum.Dalam pelaksanaan tugasnya, di Tahun 2018 BNNP Jatim di Bidang P2M melaksanakan:

  1. Sosialisasi bahaya Narkoba melalui media sebanyak 34 kali dengan total yang terpapar informasi sebanyak 424.998 orang
  2. Penyuluhan sebanyak 46 kali dengan jumlah peserta 5544 orang,dan
  3. Tes uji narkoba 4 kali dengan jumlah peserta 213 orang.
Sementara itu, hasil kegiatan rehabilitasi bagi pengguna narkoba oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Jawa Timur beserta Badan Narkotika Kota / Kabupaten yang berada di 17 Kota / Kabupaten pada bulan Januari - Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 462 orang dengan rincian sebagai berikut :a). Rehab Rawat Jalan 358 orang ( didukung DIPA ).b). Rehab Rawat Inap 6 orang (didukung DIPA)c). Rehab Rawat Inap 79 orang ( Non DIPA ).d). Rehab Rawat Jalan 19 orang ( Non DIPA ).Pelaksanaan rehabilitasi bagi pengguna narkoba tersebut diatas tidak terlepas dari kegiatan yang digelar dalam bentuk :a). Voluntary (Sukarela) sebanyak 412 Orangb). Hasil Operasi sebanyak 49 Orangc). T A T (Tim Asesmen Terpadu) sebanyak 106 kegiatan (Tidak semuanya bisa mendapatkan proses rehabilitasi, dari hasil TAT hanya 2 org yg mendapatkan rekomendasi rehabilitasi).Berkaitan dengan kegiatan pasca rehabilitasi, saat ini di BNNP Jatim telah dilaksanakan:
  1. Pascarehabilitasi Reguler terdiri dari 56
  2. Layanan Rawat lanjut sebanyak 22 klien.
Dan pemberianLayanan Surat keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika sebanyak 240 orang.Pada semester pertama tahun 2019 ini, Data yang berhasil didapatkan dari pelaksanaan rawat jalan di Klinik Utama BNNP yang tahun lalu sebanyak 51 % pasien, yang merupakan anak/remaja dengan usia di bawah 19 tahun. Di tahun ini, pasien didominasi oleh 65 % usia dewasa dan 35 persen merupakan usia remaja  dan rata rata pengguna merupakan pengguna teratur pakai.Bidang Pemberantasan sendiri bersama dengan BNNK , dalam kurun waktu Januari s/d Juni 2019 berhasil mengungkap kasus tindak pidana Narkotika, dengan total kasus sebanyak 35 kasus dan 52 orang tersangka.Data Kasus Narkotika Januari s.d Juni 2019Data tersebut, menunjukkan ada peningkatan barang bukti sabu-sabu dari kasus yang berhasil di ungkap. Jika di tahun 2018 yang lalu sabu seberat 24987,42 gram merupakan hasil ungkap kasus setahun, tahun ini selama setengah semester, telah berhasil diungkap lebih dari 32 kilogram sabu.Selain itu, dari hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerjasama dengan Puslitdatin BNN RI di Jawa Timur, dari lingkungan pelajar diperoleh angka prevalensi sebesar 7,5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba). Dan untuk lingkungan pekerja diperoleh angka prevalensi 2,80% dari 21.300.423 orang (596.419 penyalahguna narkoba).


Kamis, 16 Mei 2019

GALAKKAN UPAYA PERLAWANAN TERHADAP NARKOTIKA, BNNP JATIM GANDENG PT PAL

 KAMIS (16/05) BNNP Jawa Timur bersama dengan PT. PAL Indonesia, dalam mewujudkan komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penyebarluasan Informasi tentang P4GN, Pembentukan Relawan Anti Narkotika dan Penggiat Anti Narkotika, serta Tes Urine Narkotika. PKS tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Bambang Priyambadha, bersama dengan Etty Soewardani, Direktur SDM & Umum PT PAL Indonesia. Selain dilaksanakan PKS, Kepala BNNP Jawa Timur juga memberikan sosialisasi mengenai Bahaya Narkoba bagi karyawan PT. PAL Indonesia. Sosialisasi tersebut ditujukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi karyawan PT PAL Indonesia dan tak kurang dari 100 orang peserta hadir dari perwakilan berbagai divisi. “Saat ini upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sudah tidak bisa lagi hanya dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus bersama sama dilakukan sebagai upaya bersama melawan penyalahgunaan narkotika,” terang Kepala BNNP Jatim. Melihat besar dan luasnya wilayah cakupan PT. PAL Indonesia sebagai salah satu perusahaan besar di bidang perkapalan, maka kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan. “Saat ini kami sedang mengupayakan agar karyawan kami bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika karena dampaknya yang bisa merusak masa depan bangsa,” tambah Etty Soewardani saat memberikan sambutan. Selain itu, Direktur SDM PT PAL Indonesia ini juga berharap agar kerjasama antara BNN dan PT. PAL Indonesia bisa berjalan dengan lancar. (HUMAS BNNP JATIM) 


Selasa, 11 Desember 2018

2 Pengedar Sabu yang Disergap di Tol Merupakan Jaringan Lapas

https://www.youtube.com/watch?v=tpoOnvJQ6PQBNN Provinsi Jawa Timur telah menyergap dua pengedar sabu. Keduanya diamankan di pintu Tol Sidoarjo. Keduanya merupakan jaringan lapas Porong. Kedua pelaku yakni Wahyu Hidayat (34) warga Desa Modongan, Sooko, Mojokerto dan Mochammad Nuruddin (37) warga Desa Japan, Sooko, Mojokerto. Keduanya diamankan di pintu masuk Tol Sidoarjo pada Selasa (4/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Kabid Pemberantasan BNNP Jatim mengatakan kedua pengedar tergolong licin dalam melakukan aksinya. "Sebelum kami gerebek. Mereka berdua sudah melakukan pengiriman sabu 2 sampai 3 kali di kawasan Mojokerto," Keduanya memang dikedalikan dari Lapas Porong. Kenapa begitu, kami usai menangkap mereka kami pastikan ke Lapas Porong dan memang benar, selain itu juga menyampaikan jika ada dua orang napi yang mengendalikan kedua tersangka."Ada dua yang mengendalikan dari Lapas Porong yakni JK dan AK," ungkap Wisnu. Dikatakan Wisnu sabu yang dibawa oleh kedua tersangka tersebut dari Malaysia."Barang tersebut didapatkan dari Malaysia. Kemudian lewat Batam, disebrangkan ke Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya," tandas Wisnu.Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Selasa, 11 Desember 2018

2 Pengedar Sabu yang Disergap di Tol Merupakan Jaringan Lapas

https://www.youtube.com/watch?v=tpoOnvJQ6PQBNN Provinsi Jawa Timur telah menyergap dua pengedar sabu. Keduanya diamankan di pintu Tol Sidoarjo. Keduanya merupakan jaringan lapas Porong. Kedua pelaku yakni Wahyu Hidayat (34) warga Desa Modongan, Sooko, Mojokerto dan Mochammad Nuruddin (37) warga Desa Japan, Sooko, Mojokerto. Keduanya diamankan di pintu masuk Tol Sidoarjo pada Selasa (4/12) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Kabid Pemberantasan BNNP Jatim mengatakan kedua pengedar tergolong licin dalam melakukan aksinya. "Sebelum kami gerebek. Mereka berdua sudah melakukan pengiriman sabu 2 sampai 3 kali di kawasan Mojokerto," Keduanya memang dikedalikan dari Lapas Porong. Kenapa begitu, kami usai menangkap mereka kami pastikan ke Lapas Porong dan memang benar, selain itu juga menyampaikan jika ada dua orang napi yang mengendalikan kedua tersangka."Ada dua yang mengendalikan dari Lapas Porong yakni JK dan AK," ungkap Wisnu. Dikatakan Wisnu sabu yang dibawa oleh kedua tersangka tersebut dari Malaysia."Barang tersebut didapatkan dari Malaysia. Kemudian lewat Batam, disebrangkan ke Jakarta dan kemudian dibawa ke Surabaya," tandas Wisnu.Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.


Kamis, 16 Mei 2019

GALAKKAN UPAYA PERLAWANAN TERHADAP NARKOTIKA, BNNP JATIM GANDENG PT PAL

 KAMIS (16/05) BNNP Jawa Timur bersama dengan PT. PAL Indonesia, dalam mewujudkan komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Penyebarluasan Informasi tentang P4GN, Pembentukan Relawan Anti Narkotika dan Penggiat Anti Narkotika, serta Tes Urine Narkotika. PKS tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Bambang Priyambadha, bersama dengan Etty Soewardani, Direktur SDM & Umum PT PAL Indonesia. Selain dilaksanakan PKS, Kepala BNNP Jawa Timur juga memberikan sosialisasi mengenai Bahaya Narkoba bagi karyawan PT. PAL Indonesia. Sosialisasi tersebut ditujukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi karyawan PT PAL Indonesia dan tak kurang dari 100 orang peserta hadir dari perwakilan berbagai divisi. “Saat ini upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sudah tidak bisa lagi hanya dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus bersama sama dilakukan sebagai upaya bersama melawan penyalahgunaan narkotika,” terang Kepala BNNP Jatim. Melihat besar dan luasnya wilayah cakupan PT. PAL Indonesia sebagai salah satu perusahaan besar di bidang perkapalan, maka kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan. “Saat ini kami sedang mengupayakan agar karyawan kami bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika karena dampaknya yang bisa merusak masa depan bangsa,” tambah Etty Soewardani saat memberikan sambutan. Selain itu, Direktur SDM PT PAL Indonesia ini juga berharap agar kerjasama antara BNN dan PT. PAL Indonesia bisa berjalan dengan lancar. (HUMAS BNNP JATIM) 


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

345

Total Kasus Narkoba

438

Total Tersangka Kasus Narkoba

438

Total Pasien Penyalahgunaan

4,714

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi